WELCOME

WELCOME TO MY WORLD, LIFE IS REALLY SO HARD BUT ALSO SO BEAUTIFUL, TAKE A LEARN FROM YOUR EXPERIENCE TO MAKE SOMETHING DIFFERENT FOR YOUR BEAUTIFUL LIFE WITH YOUR FAMILY(me) I Dedicate this website with all my love to My Lovely Wife Velda Ratu and My Kids Gabby, Gerry, Garcia dan Ghea)

Rabu, 27 Maret 2013

Konsep Pengentasan Kemiskinan Perkotaan


Pengentasan kemiskinan di Indonesia bukan merupakan hal baru lagi, Sejak Tahun 1990an konsep pemberdayaan yang ditujukan untuk pengembangan kapasitas masyarakat miskin di kota maupun di desa semakin giat di galakan. Tanggung jawab pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia sepertinya terlihat akan berjalan sesuai dengan keinginan pemerintah dalam meningkatkan kapasitas masyarakat yang lebih berdaya dan mandiri. Harus diakui Negara kita memang terlambat dalam melakukan pengembangan kapasitas masyarakatnya.
Harus diakui pula bahwa sejak dahulu kita di hidangkan  oleh situasi yang aman, nyaman dan terkendali. Namun kenyamanan yang di berikan berkembang tidak seiring dengan peningkatan kemampuan manajemen perekonomian masyarakat miskin. Disisi lain tingkat korupsi meningkat tajam hingga tembus angka tiga besar dunia mengakibatkan bangsa ini mengalami keterpurukan.  Mimpi masyarakat kecil untuk keluar dari jurang kemiskinanpun terhambat oleh kebobrokan mental para petinggi dan pejabat Negara. Kehidupan kota pun berubah menjadi  extrem setelah reformasi dikumandangkan,  masing-masing memperjuangkan kepentingan diri sendiri dan kelompoknya. Yang kaya menjadi semakin Kaya dan yang miskin menjadi lebih melarat. Sementara masyarakat perdesaan hanya mampu menjadi penonton dan belajar sendiri dari tingkah laku dan peradaban masyarakat perkotaan.  Masyarakat miskin pun semakin tertekan dengan tuntutan biaya hidup yang semakin tinggi.
Di tengah beban hidup yang semakin berat peluncuran Program Pengentasan Kemiskinan bagaikan semangkuk air di padang pasir.  Kehadirannya menimbulkan  semangat  baru di kalangan masyarakat miskin perkotaan maupun perdesaan. Manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat pemanfaat (miskin). Keadaan ini terjadi di program PNPM Mandiri Perkotaan yang saat itu masih Bernama Program Pengentasan Kemiskinan Di Perkotaan (P2KP). P2KP benar2 hadir sebagai jalan Keluar  dan membabat habis dinding kesombongan masyarakat perkotaan. Dasyatnya P2KP bisa membalikkan tingkat ketidakpedulian masyarakat perkotaan dan cara pandangnya terhadap persoalan kemiskinan dengan menyentuh hati nurani. Sehingga P2KP dianggap oleh para pelaku  sebaga rohnya program pemberdayaan. Kenapa demikian? Karena sesungguhnya pengentasan kemiskinan bukan hanya tanggungjawab pemerintah tapi tanggung jawab setiap orang . Bagaimana mengentaskan kemiskinan jika tidak ada kepedulian dari si kaya? Bagaimana juga jika si miskinpun tidak peduli dengan keadaannya?  Inilah mengapa penting untuk menyentuh hati nurani untuk membuat seseorang mampu dan mau melakukan kewajiban moral sehingga orang tersebut menjadi berdaya. Karena dalam P2KP, ketidakmampuan seseorang baik si kaya atau si miskin dalam memberi dan menerima adalah ketidak berdayaan.  Karenanya pendekatan program atau pendekatan pemberdayaan lebih diutamakan daripada pendekatan proyek.
Dalam perkembangannya banyaknya program pemberdayaan yang diluncurkan melahirkan sebuah perubahan yang dirasakan sangat mengganggu substansi program P2KP seiring dengan berubahnya nama program menjadi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) Pendekatan yang digunakan pun berubah dengan lebih mengutamakan pendekatan Proyek. Ini disebabkan oleh tuntutan pemasukan data secara Nasional yang memiliki target waktu. Sehingga substansi program pun semakin luntur meski tetap berpegang pada peningkatan kepedulian untuk saling membantu. Masyarakat miskin pun dipaksakan untuk menjadi ‘dewasa’ secara instan. Sehingga tak disadari telah mengenyampingkan pendekatan pemberdayaan yang sesungguhnya.
Disinilah muncul permasalahan baru dimana masyarakat pun melaksanakan program secara asal-asalan. Kepedulian yang  sebelumnya dibangkitkan dengan susah payah kini perlahan redup kembali karena hanya mementingkan data tentang berapa banyak pemanfaat  dan berapa besar dana yang terserap dengan target waktu yang mencekik leher. Satu hal yang mungkin dilupakan bahwa seberapa besar masyarakat miskin yang  terserap menjadi pemanfaat dalam program pengentasan kemiskinan bukanlah sebuah jaminan telah terjadi peningkatan kemampuan manajemen diri dalam kapasitasnya  sebagai manusia yang berdaya dan akan sangat jauh jika dihubungkan dengan suatu keadaan yang mandiri maupun Madani. Karena untuk mencapai peningkatan kualitas hidup adalah perubahan paradigma dan perubahan paradigma adalah proses yang tidak akan terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Dan sesungguhnya proses inilah yang dinamakan PEMBERDAYAAN. (by me) (untuk teman2 pejuang pengentasan Kemiskinan… Tetap Semangat!!!)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan jika anda yang ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan